Dalam beberapa hari terakhir, Trump memang sudah berulang kali mengancam akan mengambil langkah simbolis tersebut untuk menekan negara lawan secara politik. Namun tidak jelas apakah ia bersungguh-sungguh, hingga perintah eksekutif tersebut dikeluarkan.

Saat ditanya pesan apa yang ingin ia sampaikan dengan mengganti nama Danau Ontario, Trump awalnya mengklaim tidak ada pesan simbolis apa pun. Namun, tak lama setelah itu ia segera menambahkan bahwa Kanada telah lama merugikan AS dalam hal perdagangan.

"Mereka tidak membayar apa pun dan ingin diperlakukan seperti sebuah negara bagian, padahal mereka bukan negara bagian," ujar Trump.

Sebelumnya, ia juga sempat memicu kemarahan banyak warga Kanada karena berulang kali menyuarakan gagasan untuk menjadikan negara mereka sebagai negara bagian ke-51 AS. Namun di luar itu, perintah eksekutif ini merupakan kali kedua Trump mengubah nama yang sudah lama digunakan oleh secara internasional demi kepentingan AS.

Pada hari pertama masa jabatan keduanya, Trump telah menandatangani perintah untuk mengubah nama Teluk Meksiko menjadi 'Teluk Amerika' (Gulf of America). Upaya penggantian nama teluk yang telah digunakan sejak abad ke-16 itu menuai penentangan internasional, dan sejumlah media bertekad untuk tetap menggunakan nama yang umum serta diakui secara internasional.