Membahas kendala penanganan di sejumlah wilayah yang masih mengalami kebakaran, Asisten Deputi Bidang Koordinasi Kekuatan Kemampuan dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam, Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo, menyoroti ketersediaan sumber air dan mobilitas kendaraan pengangkut air.
Selain akses air, operasi pemadaman juga menghadapi keterbatasan akibat kabut asap dan jarak pandang rendah. Dalam laporan BNPB, operasi water bombing di Kalimantan Tengah tidak dilakukan pada 20 Oktober karena jarak pandang rendah. Adapun di Sumatera Selatan, 81 kali pengeboman air dilaporkan menghasilkan pemadaman sekitar 20 hektare dari sasaran sekitar 58 hektare.
Selain pemadaman, pemerintah menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu pembasahan wilayah rawan kebakaran, termasuk lahan gambut. Namun, pelaksanaannya bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang mendukung.
Sebagai contoh, OMC pada 20 Oktober dilakukan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan. Sementara itu, di Jambi tidak ada penerbangan OMC harian karena pertumbuhan awan dinilai kurang mendukung.