NADIKABAR.COM — Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, bakal punya wajah baru. PT MRT Jakarta (Perseroda) menyiapkan transformasi kawasan Blok M dengan luas kawasan yang direncanakan menjadi 10 kali lebih besar dibandingkan saat ini.
Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan, transformasi Blok M akan dilakukan secara bertahap. Pengembangan tersebut mencakup revitalisasi terminal, kawasan mixed-use, peningkatan aksesibilitas dan integrasi, destinasi komersial baru, hingga perluasan ruang terbuka publik.
"Konsep desain fase ultimate untuk menjawab tantangan tadi, kami merencanakan ada lima transformasi utama," kata Tuhiyat dalam acara Peluncuran Konsep Desain Transformasi Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).
Transformasi pertama dilakukan melalui revitalisasi Terminal Blok M menjadi lebih modern dan terintegrasi. Kemudian, MRT Jakarta akan mengembangkan kawasan mixed-use yang disebut bakal lebih mudah diakses, inklusif, dan dinamis.
Pengembangan berikutnya menyasar aksesibilitas dan integrasi kawasan. Blok M nantinya akan dibuat lebih terhubung, baik antarmoda transportasi maupun antarfungsi bagi pejalan kaki.
"Dan yang keempat transformasi dalam bentuk destinasi komersial yang baru. Dimana nanti akan ada berbagai detail, F&B, lifestyle dan ruang publik dalam satu kawasan," ujar Tuhiyat.
MRT Jakarta juga bakal memperluas ruang terbuka publik di kawasan tersebut. Tuhiyat mengatakan luas ruang terbuka publik setelah transformasi ditargetkan menjadi lima kali lipat dibandingkan kondisi saat ini.
"Ruang terbuka publik setelah nanti dibangun akan menjadi lima kali lebih besar dari yang ada. Dari sisi kawasannya secara total 10 kali lebih besar dari yang ada," jelasnya.
Tuhiyat mengatakan revitalisasi akan dilakukan secara bertahap. Terminal, kawasan retail, dan podium ditargetkan rampung serta mulai beroperasi pada 2029, sedangkan pembangunan kawasan mixed-use akan diselesaikan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.
Transformasi juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi bangunan Blok M yang telah berusia 34 tahun. MRT Jakarta ingin memastikan keamanan dan keselamatan struktur bangunan di tengah tingginya aktivitas di kawasan tersebut.
"Kami ingin memastikan keselamatan dan keamanan struktur dari bangunan ini. Namun di sisi lain Pak Gubernur, ada 334 tenant aktif saat ini dan lebih dari 25 ribu pengunjung setiap hari di Blok M Hub ini," tuturnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap transformasi kawasan tersebut tidak menghilangkan karakter Blok M yang selama ini lekat sebagai salah satu pusat aktivitas anak muda Jakarta.
"Yang pertama, apakah wajah Blok M berubah atau tidak? Apakah Blok M tetap menjadi anak-anak muda Jakarta dari manapun? Sekarang ini selalu bahan ceritanya adalah tentang Blok M. Dan selalu ada yang viral baru dari mana? Blok M. Makanan apapun itu Blok M," kata Pramono.
Menurut Pramono, pembangunan nantinya memang akan membuat Blok M menjadi lebih modern, tertata, dan rapi. Namun, ia menekankan perubahan tersebut tidak boleh menghilangkan identitas dan semangat yang selama ini menjadi daya tarik kawasan tersebut.
Ia juga menyoroti rencana perluasan kawasan hingga 10 kali lipat serta ruang publik sekitar lima kali dibandingkan kondisi saat ini. Transformasi Blok M nantinya juga akan berjalan beriringan dengan pengembangan jaringan transportasi publik di Jakarta.
Pramono menargetkan pada 2029 sejumlah proyek transportasi dan penataan kawasan Jakarta juga telah rampung.Pramono berharap transformasi Blok M dapat menjadi bagian dari perubahan wajah Jakarta menjadi lebih baik.
"Apalagi nantinya di tahun 2029, MRT dari utara-selatan sudah selesai. LRT dari Kelapa Gading sampai dengan Dukuh Atas sudah selesai. Pedestrian deck di Dukuh Atas sudah selesai. Extended concourse di Bundaran HI sudah selesai. Taman Semanggi yang sekarang kita rapikan juga sudah selesai," tutup Pramono.