NADIKABAR.COM — Memperhatikan kesehatan pencernaan melalui apa yang kita makan merupakan hal yang sangat penting, tapi di sisi lain kebiasaan di kamar mandi juga dapat berdampak besar pada saluran cerna kita.

Beberapa perilaku yang perlu diperhatikan menurut ahli gastroenterologi bersertifikat, Susan Kais, M.D., dalam publikasi Eating Well pada Sabtu (4/10) waktu setempat seperti duduk di toilet jauh lebih lama dari yang diperlukan hingga mengejan saat buang air besar.

Berikut beberapa perilaku rutin di kamar mandi dapat menyebabkan wasir dan masalah saluran cerna lainnya.

Mengabaikan keinginan BABMengabaikan keinginan untuk Buang Air Besar (BAB) sesekali bukanlah masalah besar, tetapi melakukannya secara teratur dapat menyebabkan sembelit.

Kais mengatakan semakin lama tinja berada di dalam usus besar, semakin banyak air yang akan diserap dan membuat tinja jauh lebih kering, keras, dan sulit dikeluarkan.

Kebiasaan ini juga berpotensi meregangkan area sigmoid dan rektum untuk menahan lebih banyak tinja.

Dampak lainnya yakni tubuh menjadi kurang peka terhadap sinyal yang memberi tahu kapan waktunya BAB.

Main ponsel saat duduk di kamar mandiDuduk di toilet terlalu lama meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar rektum dan anus, yang dapat menyebabkan wasir atau memperburuk wasir yang sudah ada.

Kais menyatakan hal ini bahkan dapat menyebabkan orang mencoba mengejan ketika tubuh mereka belum siap untuk buang air besar.

Ia menyarankan agar waktu di kamar mandi hanya digunakan untuk buang air kecil atau air besar saja, dan mencari tempat lain untuk bermain ponsel.

BAB sambil mengejanMengejan secara teratur untuk buang air besar dapat meningkatkan tekanan di rektum dan area anus dan dapat menyebabkan masalah seperti wasir dan fisura anus.

Ia membeberkan kebiasaan mengejan yang sering dilakukan dapat menjadi petunjuk bahwa tinja terlalu keras dan bisa menyebabkan sembelit. Daripada memaksakan diri untuk mengejan, Kais merekomendasikan untuk memperbanyak konsumsi serat, meminum banyak air dan beraktivitas untuk meningkatkan pergerakan saluran pencernaan yang baik.

Bila situasi ini berlanjut, segera konsultasikan dengan tenaga medis terkait.

Duduk dalam posisi yang salahTidak ada posisi yang sempurna untuk duduk di toilet, tetapi posisi tubuh dapat memengaruhi seberapa mudah kita dapat buang air besar.

Dia menilai meletakkan kaki di atas bangku kecil untuk mengangkat lutut lebih tinggi dari pinggul dapat menciptakan posisi yang lebih mirip jongkok, yang dapat mempermudah buang air besar dan mengurangi kebutuhan untuk mengejan bagi sebagian orang.

Pilihan lain adalah sedikit membungkuk ke depan saat duduk di toilet. Kais mengatakan ini membantu otot perut bagian bawah dan otot dasar panggul jauh lebih rileks.

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti