NADIKABAR.COM — Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology melaporkan bahwa kebiasaan mengonsumsi camilan atau ngemil saat larut malam bisa berisiko meningkatkan gangguan kesehatan seperti penyakit hati.

Dilaporkan New York Post, Senin (19/10), para peneliti meyakini bahwa temuan ini menunjukkan bahwa kesehatan tidak hanya dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi, juga waktu mengonsumsinya. Hal tersebut serupa dengan kebiasaan gaya hidup lainnya yang turut memengaruhi kesehatan.

"Kami berulang kali menemukan bahwa waktu melakukan berbagai aktivitas, baik tidur, makan, maupun berolahraga, benar-benar berpengaruh," kata salah seorang penulis penelitian Dr. Andrew W. McHill.

Studi tersebut meneliti hampir 200.000 orang dalam tiga penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa kebiasaan ngemil larut malam secara signifikan meningkatkan risiko gangguan hati seiring berjalannya waktu.

Orang-orang yang makan larut malam, yang didefinisikan sebagai mereka yang makan setelah makan malam atau setelah waktu tidur, mengalami peningkatan risiko penyakit hati berlemak terkait disfungsi metabolik (metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease/MASLD) atau sirosis selama rata-rata 16 tahun masa tindak lanjut.