NADIKABAR.COM — Menjaga kesehatan sering kali dianggap harus dimulai dengan perubahan besar. Padahal, beberapa kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari juga dapat memengaruhi kondisi tubuh, terutama jika terus dilakukan dalam jangka panjang.
Mulai dari terlalu lama duduk, tidur terlalu sedikit, hingga sering mengonsumsi makanan dan minuman manis mungkin terlihat sepele. Namun, kebiasaan tersebut dapat berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan. Lantas, apa saja kebiasaan sehari-hari yang perlu mulai diperhatikan? Berikut penjelasannya.
Duduk berjam-jam saat bekerja, belajar, menonton film, bermain gim, atau scrolling media sosial bisa membuat tubuh minim bergerak tanpa disadari.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut perilaku sedentari sebagai aktivitas dengan pengeluaran energi rendah ketika seseorang dalam keadaan terjaga, seperti duduk, bersandar, atau berbaring. Pada orang dewasa, tingginya perilaku sedentari berkaitan dengan peningkatan risiko kematian dari berbagai penyebab, penyakit kardiovaskular, kanker, dan diabetes tipe 2.
Karena itu, menyempatkan diri untuk berdiri atau berjalan beberapa menit di sela aktivitas yang mengharuskan duduk lama bisa menjadi kebiasaan sederhana yang lebih baik.
Menonton hingga larut malam, bekerja, bermain gim, atau terlalu lama menggunakan ponsel dapat membuat waktu tidur semakin berkurang.
Data National Health Interview Survey di Amerika Serikat menunjukkan 30,5 persen orang dewasa tidur kurang dari tujuh jam dalam sehari pada 2024. Kurang tidur juga dikaitkan dengan sejumlah kondisi kesehatan yang merugikan, termasuk obesitas dan depresi.
Kebutuhan tidur setiap orang dapat berbeda, tetapi orang dewasa umumnya dianjurkan mendapatkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam. Karena itu, menjaga jadwal tidur yang konsisten menjadi salah satu kebiasaan penting yang tidak seharusnya disepelekan.
3. Terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman manis
Minuman manis, kue, permen, atau camilan tinggi gula mungkin terasa seperti pelengkap kecil dalam keseharian. Namun, jika dikonsumsi terlalu sering, jumlah gula yang masuk ke tubuh dapat menjadi cukup tinggi.
WHO merekomendasikan konsumsi gula bebas kurang dari 10 persen dari total asupan energi harian dan menyarankan pengurangan hingga kurang dari 5 persen untuk memperoleh manfaat kesehatan tambahan. Pola makan yang tinggi gula, garam, lemak jenuh, dan lemak trans juga menjadi salah satu faktor risiko berbagai penyakit tidak menular.
Bukan berarti makanan manis harus sepenuhnya dihindari. Yang lebih penting adalah memperhatikan frekuensi, jumlah, serta keseimbangan pola makan secara keseluruhan.
4. Jarang mencuci tangan pada waktu yang penting
Tangan menjadi bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan berbagai benda dan permukaan. Tanpa disadari, tangan juga dapat menjadi perantara perpindahan kuman ke mata, hidung, mulut, makanan, atau orang lain.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebagai salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit.
Waktu penting untuk mencuci tangan antara lain sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan toilet, serta setelah batuk atau bersin.
Mencuci tangan juga tidak perlu dilakukan secara asal. Tangan sebaiknya digosok dengan sabun setidaknya selama 20 detik sebelum dibilas dan dikeringkan.
Sebagian orang baru memperhatikan kondisi gigi ketika sudah terasa sakit. Padahal, masalah gigi dan mulut dapat berkembang sebelum gejalanya terasa jelas.
WHO memperkirakan penyakit mulut memengaruhi hampir 3,7 miliar orang di dunia. Karies gigi yang tidak ditangani juga menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling umum secara global. Konsumsi gula yang tinggi, kurangnya paparan fluoride, dan kebersihan gigi yang buruk dapat meningkatkan risiko karies.
Karena itu, menyikat gigi secara rutin menggunakan pasta gigi berfluoride, membatasi konsumsi gula, dan melakukan pemeriksaan gigi secara berkala merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan mulut.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan tidak selalu membutuhkan perubahan yang drastis. Mengurangi waktu duduk, mencukupi kebutuhan tidur, memperhatikan asupan gula, mencuci tangan pada waktu yang tepat, dan tidak menunda perawatan gigi merupakan beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dimulai dari rutinitas sehari-hari.