NADIKABAR.COM — Dalam pidato di 1951, matematikawan tenar Inggris Alan Turing berteori bahwa mesin cerdas suatu saat berpotensi mengambil alih kendali masyarakat.

"Akan ada banyak hal harus dilakukan dalam upaya misalnya, menjaga kecerdasan kita agar tetap setara dengan standar yang ditetapkan mesin. Sebab, sangat mungkin bahwa begitu metode mesin berpikir ini dimulai, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk melampaui kemampuan kita yang lemah," ujar Turing, yang dikenal karena perannya memecahkan kode Enigma Nazi pada Perang Dunia II.

Di saat mesin berpotensi berada di ambang kecerdasan super, CEO Anthropic, Dario Amodei, baru-baru ini menghidupkan kembali ketakutan masa lalu tersebut ke konteks saat ini dengan memperingatkan kawanan AI mungkin akan mengambil alih kendali internet. Namun kenyataannya tak semudah itu.

Alasan utama ilmuwan komputer menepis kekhawatiran bahwa AI dapat merebut kendali web dari manusia adalah karena internet tidak bersifat monolitik, melainkan terdiri dari sistem jaringan luas yang saling terhubung.

"Internet adalah jaringan dari berbagai jaringan tempat miliaran perangkat terhubung melalui router, switch, dan titik akses Wi-Fi," kata Vishal Misra, pakar komputasi dan AI di Columbia University.

"Keberagaman tersebut adalah sebuah pertahanan. Tidak ada sakelar pusat yang bisa dimatikan, dan tidak ada satu sistem operasi tunggal yang bisa disusupi," jelasnya yang dikutip NadiKabar dari CBS.