AI juga akan membutuhkan daya komputasi luar biasa besar untuk bisa mengambil alih internet dalam skala besar. Itu dikatakan John Thickstun, ilmuwan komputer sekaligus pakar pembelajaran AI di Cornell University,

Daya komputasi tersebut memerlukan akses ke semikonduktor tingkat lanjut guna melakukan berbagai perhitungan rumit dan mengeksekusi tugas lainnya. Sementara itu, ketersediaan chip ini sangat terbatas.

"Agen-agen AI yang beroperasi di dunia maya harus mencari cara untuk mendapatkannya," ujar Thickstun. AI akan tetap membutuhkan bantuan manusia untuk bisa meningkatkan aksesnya terhadap sumber daya komputasi secara signifikan.

Tentu kelompok kriminal yang memiliki akses ke model AI terbaru dapat jadi ancaman. Namun, mereka juga dibatasi jumlah daya komputasi untuk agen AI. Bahaya baru nyata jika pelaku kejahatan punya akses memadai ke sumber daya komputasi khusus dalam waktu cukup lama.

Ketakutan AI berpotensi merebut kendali internet dan bahwa suatu hari bisa memusnahkan umat manusia tidak sepenuhnya salah, tapi saat ini masih belum bisa dipastikan. Di sisi lain, kekhawatiran semacam itu mengaburkan ancaman yang lebih nyata dari AI.