NADIKABAR.COM — Federal Bureau of Investigation (FBI) selaku badan investigasi prestisius Amerika Serikat dilaporkan kena hack yang mencuri data ribuan pegawainya. Yang mengejutkan, dugaan peretasan data kepegawaian FBI mencakup data medis sangat sensitif dari ribuan agen. Hasil tes darah dan urine termasuk dalam catatan yang dicuri.
Seorang reporter BBC News mengaku telah melihat sampel hasil pemeriksaan medis 'kelaikan kerja' yang dicuri tersebut, setelah para hacker menghubunginya.
404 Media pertama kali melaporkan dugaan peretasan ini. Mereka menyatakan kelompok hacker bernama ShinyHunters membagikan daftar berisi 5.000 nama yang diduga sebagai pejabat FBI kepada mereka.
Pendiri 404 Media, Joseph Cox, mengatakan bahwa meskipun ShinyHunters belum merilis data yang diklaim curian tersebut ke publik, kelompok itu memberi sampel cukup besar kepada beberapa jurnalis.