Pada bulan Mei, FBI telah mengeluarkan peringatan layanan masyarakat terkait ancaman dari ShinyHunters, yang mereka gambarkan sebagai kelompok kejahatan siber spesialis pembobolan data berskala besar dan pemerasan.

Anggota ShinyHunters biasanya menggunakan strategi mengirimkan pesan teks dan panggilan telepon yang bernada ancaman pada korban beserta anggota keluarganya, dan dalam beberapa kasus, melakukan laporan palsu ke polisi.

Peringatan tersebut juga menyebutkan bahwa memiliki akses ke data sensitif dapat memberi kelompok itu kesempatan untuk menjual data curian kepada pelaku kejahatan siber lainnya.

Cox menyebut dalam kasus dugaan peretasan FBI ini, motif utamanya mungkin bukan uang. Menurutnya, ShinyHunters ingin FBI meralat berbagai klaim yang pernah dibuat oleh lembaga tersebut mengenai kelompok mereka.