Gelombang kritik publik bermula dari unggahan rekaman video yang viral di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, sosok yang diidentifikasi warganet sebagai Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf itu awalnya membicarakan tarif ceramahnya yang diklaim paling rendah mencapai Rp 75 juta.

Suasana kian memicu polemik saat sang penceramah mulai melemparkan kelakar yang menyasar para santri perempuan dan jemaah lanjut usia. Secara terbuka di hadapan jemaah, ia meminta santriwati untuk dihadirkan karena berniat mencari calon istri keempat.

"Keluarkan santri-santri perempuan. Santri laki-laki gue udah eneg. Perempuan, keluarin ane mau pilih. Mudah-mudahan ada santri perempuan yang mau saya jadiin istri keempat," kata pendakwah dalam rekaman tersebut.

Tak berhenti di situ, ia juga melontarkan pernyataan yang dinilai melecehkan emak-emak berusia di atas 60 tahun yang hadir dalam majelisnya.

"Enggak ada pahalanya ceramah depan emak-emak, ngotor-ngotorin mata. Tapi kalau perawan seger. Maaf-maaf nih, ane begini, aye tukang becanda," kelakarnya.