"Kita menyadari bahwa perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 memerlukan fondasi yang kuat, dan unit terkecil pembangunan kita yaitu desa. Hal ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan," sambungnya.

Sudarmanto mencontohkan beberapa bentuk program CSR konkret yang sejalan dengan agenda pemerintah, mulai dari sektor kesehatan hingga penguatan UMKM warga.

"Contoh tadi ada bidang kesehatan, kalau di Maluku Utara ada pengentasan stunting-nya. Dan pemberdayaan perempuan dan wanita, juga mendayagunakan wanitanya menjadi ujung tombak penghasilan keekonomian untuk di UMKM-UMKM-nya," ucap Sudarmanto.

Meski begitu, ia mengakui jangkauan pendampingan CSR saat ini memang masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan jumlah desa yang ada. Untuk itu ia sangat berharap agar program-program terkait pembangunan desa serupa dapat terus digalakan.

"Kalau Pak Wamen menceritakan luasnya wilayah kita yang kurang lebih 75.000 desa ya Pak Wamen ya, sedangkan kita ISSF mempunyai anggota kurang lebih hanya 400, hanya 5% saja, masih jauh daripada jangkauan coverage-nya. Kita terus bersemangat untuk memberikan motivasi kepada perusahaan-perusahaan agar memberikan suatu kontribusi yang nyata," pungkasnya.