Lebih lanjut, Samsul mengatakan pengadaan angkutan perdesaan membutuhkan pendekatan yang menyesuaikan kondisi daerah, terutama di wilayah dengan jarak antardesa yang jauh dan keterbatasan anggaran.
Ia mencontohkan wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan di Sulawesi Tengah yang memiliki jarak lebih dari 100 kilometer dari desa paling ujung menuju wilayah lainnya. Ada pula desa dan daerah tertinggal yang memerlukan angkutan untuk menuju pusat pelayanan kesehatan ataupun pendidikan.
Menurut Samsul, pengadaan kendaraan secara bersama dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi keterbatasan angkutan di wilayah tersebut.