NADIKABAR.COM — Penanganan insentif terus dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalur akses menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi. Kemacetan panjang diklaim mulai berkurang.

Kepala KSOP Kelas III Tanjung Wangi Purgana, menyampaikan meskipun antrean mulai terurai, sejumlah dinamika di lapangan masih mempengaruhi kelancaran arus kendaraan. Kepadatan terutama dipengaruhi oleh tingginya volume kendaraan logistik menuju Gilimanuk, perbaikan salah satu dermaga di Pelabuhan Gilimanuk, serta belum optimalnya kapasitas angkut karena satu dari empat kapal Atosim Lampung Pelayaran (ALP) masih menjalani perawatan (docking).

"Selain faktor kapasitas kapal dan perbaikan dermaga, terdapat kendala operasional berupa keterbatasan kapasitas Kantong Parkir/RTK ALP yang dikelola BUMDes, yang hanya mampu menampung sekitar 85 unit kendaraan. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian truk terpaksa parkir di bahu jalan. Kami juga mencatat adanya kendala pada mekanisme ticketing melalui jasa pengurus truk," papar Purgana.

Berdasarkan hasil pemantauan pada Senin sore kemarin pukul 16.00 WIB, panjang antrean kendaraan logistik terpantau sekitar 2,5 kilometer (km) dari Pelabuhan Ketapang, dengan titik akhir antrean berada di depan Terminal Sritanjung. Kondisi tersebut menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan Minggu malam ketika panjang antrean sempat mencapai sekitar 9,4 km.

Dalam menangani kondisi tersebut, KSOP Kelas III Tanjung Wangi terus memperkuat koordinasi bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), PT ASDP Indonesia Ferry, operator kapal, serta pemangku kepentingan terkait.

Dari sisi kepelabuhanan dan keselamatan pelayaran, langkah yang dilakukan tim redaksi lain melalui optimalisasi operasional kapal, pengawasan kelaiklautan kapal, pengaturan pola sandar sesuai kondisi operasional, serta memastikan pelayanan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) berjalan sesuai ketentuan.

Guna meningkatkan kapasitas angkut, telah disiapkan tambahan kapal untuk mendukung pelayanan penyeberangan, yaitu KMP Jatra I yang dijadwalkan tiba pada Selasa pukul 02.00 WIB, disusul KMP Port Link pada pukul 07.30 WIB.

Selain optimalisasi kapal, pada Selasa, 8 September 2026 direncanakan akan dilakukan survei bathimetri di sekitar Dermaga Bulusan untuk mengetahui kondisi kedalaman perairan dan posisi dolphin yang jatuh. Hasil survei tersebut akan menjadi bahan evaluasi keselamatan untuk mendukung rencana penggunaan Dermaga Bulusan sebagai lokasi sandar KMP Port Link 7.

"Rencana penambahan kapal dan optimalisasi fasilitas sandar diharapkan dapat meningkatkan kapasitas angkut sekaligus membantu mempercepat penguraian antrean. Namun, seluruh langkah operasional tetap harus memenuhi aspek keselamatan dan keamanan pelayaran," ujar Purgana.

Pihaknya juga mengimbau seluruh pengemudi truk logistik dan pengguna jasa penyeberangan untuk tetap tertib, mengikuti arahan petugas, dan tidak menyerobot jalur agar proses penguraian antrean dapat berjalan lebih cepat dan lancar.

"Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan kelancaran pelayanan serta keselamatan pelayaran di lintas Ketapang-Gilimanuk," tutup Purgana.