NADIKABAR.COM — Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) mempromosikan potensi susu kambing sebagai alternatif pangan bergizi sekaligus komoditas peternakan bernilai tambah tinggi dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap susu kambing sekaligus membuka peluang pengembangan usaha peternakan kambing perah di pasar domestik dan internasional.
Promosi tersebut dikemas melalui talkshow interaktif dan edukasi publik di anjungan Kemenko Pangan. Mengusung tema "Susu Kambing dari Pesantren ke Gaya Hidup Modern", kegiatan yang difasilitasi Analis Kebijakan Ahli Madya Fatma Puspitasari itu mengajak pengunjung mengenal manfaat dan potensi susu kambing sebagai pilihan pangan bagi berbagai kalangan.
Dalam kegiatan ini, pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi mengenai kandungan gizi dan keunggulan daya cerna susu kambing, tetapi juga berkesempatan mencicipi berbagai produk olahan.
Antusiasme datang dari beragam kalangan, mulai dari pelaku usaha dan pembeli hingga masyarakat umum yang tertarik mengetahui potensi bisnis komoditas tersebut.
"Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong pemahaman masyarakat tentang pentingnya diversifikasi protein hewani untuk mendukung ketahanan pangan dan kualitas hidup. Susu kambing punya potensi besar untuk melengkapi kebutuhan nutrisi sekaligus menggerakkan ekonomi peternak rakyat," ujar Fatma dalam keterangannya dikutip Selasa (19/10).
Peluang pengembangan susu kambing Indonesia juga mendapat perhatian dari calon mitra internasional. Misi dagang Nigeria yang mengunjungi anjungan Kemenko Pangan menunjukkan ketertarikan terhadap produk susu kambing Indonesia yang dinilai memiliki kandungan gizi tinggi dan mudah dicerna.