Sementara itu, ketersediaan daging kambing dan domba di pasar ritel dinilai masih terbatas dibandingkan dengan daging ayam dan sapi, sehingga berpeluang dikembangkan sebagai alternatif sumber protein hewani.

Untuk memperkuat daya saing, Kemenko Pangan menekankan pentingnya kerja sama lintas kementerian, pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi, lembaga keuangan, dan peternak dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok.

Kerja sama tersebut juga diarahkan pada perluasan akses pembiayaan, penerapan teknologi budi daya, serta pengembangan jaringan pemasaran domestik dan internasional.

Melalui keikutsertaan dalam TEI 2026, Kemenko Pangan memperkenalkan potensi produk peternakan nasional kepada pelaku usaha dan calon pembeli guna membuka peluang kerja sama pemasaran.

Pemerintah berharap penguatan akses pasar tersebut dapat meningkatkan penyerapan produk peternak rakyat, memperluas pemanfaatan hasil peternakan nasional, dan memperkuat kemandirian pangan Indonesia.