NADIKABAR.COM — Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memperkuat kesiapan Indonesia untuk bergabung dengan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga (K/L) dan dialog dengan negara anggota.

Upaya tersebut dibahas dalam Workshop on Advancing Indonesia's CPTPP Accession: Updates, Perspectives, and Technical Guidance yang digelar di Jakarta, Kamis (15/10).

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi, mengatakan CPTPP merupakan peluang bagi Indonesia untuk memperdalam kemitraan ekonomi, memperluas perdagangan dan investasi, serta memperkuat sistem perdagangan global yang tertib dan adil.

"Di tengah ketidakpastian hubungan ekonomi internasional, kepercayaan terhadap aturan yang telah disepakati menjadi semakin penting. Indonesia meyakini bahwa sistem perdagangan yang tertib, transparan, dan adil dapat memberikan kepastian bagi dunia usaha sekaligus memastikan manfaat integrasi ekonomi dirasakan oleh masyarakat luas," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10).

Sebagai ekonomi terbesar di ASEAN, Indonesia dinilai berpotensi memperluas jangkauan ekonomi CPTPP sekaligus memperkuat konektivitas antara kawasan Indo-Pasifik dan Amerika Latin. Keanggotaan dalam perjanjian tersebut juga diharapkan mendukung diversifikasi rantai pasok dan membuka peluang bagi pelaku usaha di sektor manufaktur, jasa, dan investasi.