Dalam lokakarya tersebut, perwakilan negara anggota CPTPP, termasuk duta besar Chili, Meksiko, dan Peru, turut berbagi pandangan mengenai proses aksesi dan pelaksanaan perjanjian. Pertukaran tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memahami pengalaman praktis negara anggota dalam memenuhi komitmen CPTPP.

Edi menegaskan bahwa kesiapan Indonesia tidak cukup hanya ditunjukkan melalui komitmen untuk bergabung. Indonesia juga perlu memenuhi standar CPTPP melalui kebijakan yang kredibel, kapasitas kelembagaan yang memadai, dan implementasi yang konsisten.

Persiapan tersebut mencakup sejumlah bidang, antara lain akses pasar, investasi, kepabeanan, aturan asal barang, pengadaan pemerintah, persaingan usaha, badan usaha milik negara, perdagangan digital, ketenagakerjaan, dan lingkungan.

Indonesia menyambut keputusan Komisi CPTPP pada Juni 2026 untuk memulai diskusi persiapan dengan Indonesia, Filipina, dan Uni Emirat Arab. Keputusan tersebut sejalan dengan penilaian berdasarkan Auckland Principles.