Ia menilai penerapan HHI membutuhkan kerja bersama pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Widodo menyampaikan Indonesia juga aktif dalam forum internasional, salah satunya Global Initiative to Galvanise Political Commitment to International Humanitarian Law, melalui Naval Warfare Workstream yang diketuai bersama Mesir.

Sebagai negara kepulauan, lanjutnya, Indonesia memandang isu konflik di laut sebagai hal strategis. Dampaknya dapat merembet ke masyarakat pesisir, lingkungan laut, pelayaran, konektivitas hingga infrastruktur.

"Penguatan hukum humaniter internasional dalam konteks peperangan di laut perlu terus dikembangkan," kata Widodo.

Maka dari itu, Widodo mengharapkan diskusi tersebut menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti, bukan sekadar pertukaran pengetahuan.