"Dan seluruh bantuan pusat, yang totalnya Rp 30 triliun dari kementerian, kalau dengan irigasi semua total pangan itu Rp 144 triliun bantuan ke lapangan, ke sektor pertanian, irigasi, pupuk, traktor, dan seterusnya, ini harus dikawal oleh PPL," jelasnya.
Selain pengelolaan tenaga penyuluh, kesepakatan tersebut mencakup perbaikan sarana dan prasarana penyuluhan pertanian. Kementan akan mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki kantor-kantor penyuluh yang mengalami kerusakan di berbagai daerah.
Amran menargetkan sebagian kantor yang rusak berat dapat diperbaiki dalam dua bulan terakhir tahun ini. Sementara itu, seluruh perbaikan fasilitas penyuluhan ditargetkan rampung pada 2027.
"Tapi untuk sementara, kami langsung refocusing anggaran tahun ini. Kalau bisa dua bulan selesai, yang tadi rusak berat kita perbaiki. Kemudian insyaallah tahun depan sudah selesai semua," tutup Amran.