NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut dukungan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk Jawa Timur mencapai sekitar Rp3 triliun sepanjang 2025-2026. Selain itu, terdapat tambahan Rp 600 miliar untuk memperkuat sektor peternakan dan pembibitan ayam.
Amran mengungkapkan dukungan tersebut diarahkan untuk mendukung Jawa Timur sebagai salah satu penopang utama produksi pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.
"Dukungan anggaran Kementan untuk Jawa Timur mencapai sekitar Rp3 triliun sepanjang 2025-2026. Ada tambahan Rp600 miliar untuk memperkuat sektor peternakan, termasuk pengembangan perbenihan ayam," kata Amran dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan orasi ilmiah dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Kantor DPRD Provinsi Jawa Timur, Senin (12/10).
Amran menilai Jawa Timur berperan penting dalam pembangunan pertanian nasional, terutama melalui kontribusinya terhadap produksi padi, jagung, ayam, dan gula.
"Kami bangga dengan Jawa Timur. Produksi padinya tertinggi, sektor ayamnya kuat, jagungnya juga besar, dan gulanya nomor satu. Karena itu, dukungan anggaran Kementan untuk Jawa Timur juga menjadi yang terbesar," ungkapnya.
Amran menjelaskan, tambahan anggaran Rp 600 miliar akan digunakan untuk memperkuat sektor peternakan, termasuk pengembangan grandparent stock (GPS) atau ayam bibit yang menjadi sumber penghasil day-old chick (DOC) atau anak ayam umur sehari.
Melalui dukungan ini, Jawa Timur diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pusat pembibitan ayam yang mampu memasok kebutuhan berbagai wilayah di Indonesia.
Selain penguatan pembibitan, Kementan juga mendorong pembangunan pabrik pengolahan telur menjadi tepung telur. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor.