Amran berharap Jawa Timur bersama Lampung dan Jawa Tengah dapat mengambil peran dalam pengembangan industri tersebut, seiring besarnya potensi produksi peternakan dalam negeri.

"Kita ingin ada pabrik pengolahan telur menjadi tepung telur supaya ke depan kita bisa menghentikan impor. Potensi produksi dalam negeri harus kita perkuat dan kita dorong agar memberikan nilai tambah," ucap Amran.

Pada sektor tanaman pangan, Amran menegaskan Jawa Timur merupakan salah satu kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan Indonesia.

Ia menyampaikan pemerintah dapat mencapai swasembada beras lebih cepat dari rencana awal empat tahun menjadi satu tahun, dan kini berfokus mempertahankan capaian tersebut.

Amran mengatakan penyerapan beras oleh BULOG saat ini mencapai sekitar 4,1 juta ton sebagai cadangan beras pemerintah (CBP). Menurutnya, capaian tersebut harus diikuti pembaruan kebijakan dan penerapan teknologi budidaya yang mampu meningkatkan produktivitas.

Ia menilai pendekatan yang digunakan puluhan tahun lalu perlu dievaluasi agar sesuai dengan kebutuhan pertanian saat ini. Hal ini termasuk dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, efisiensi produksi, dan peningkatan pendapatan petani.

Amran menegaskan pemerintah juga menyiapkan dukungan benih agar petani dapat menerapkan teknologi tersebut.

"Kami ingin pendapatan petani meningkat. Dengan teknologi yang tepat, hasil produksi bisa lebih tinggi dan pendapatan petani juga semakin baik. Benih akan kami dukung melalui anggaran yang disiapkan, terutama bagi petani yang rajin dan siap menerapkannya," jelasnya.