NADIKABAR.COM — Seller Shopee kini bisa menghitung harga jual sebelum produk dipajang. Shopee merilis fitur Kalkulator Biaya yang memungkinkan seller menyimulasikan biaya, margin, dan harga jual. Kementerian UMKM menyambutnya sebagai bukti dukungan platform bagi pengusaha lokal.

Apresiasi itu disampaikan oleh Deputi Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, saat peluncuran ASN Gemar Belanja Lokal di Kementerian UMKM, Jakarta, Rabu (7/10).

Deputi Usaha Kecil, Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana mengapresiasi upaya Shopee dalam meningkatkan transparansi komponen biaya bagi pengusaha UMKM.

"Dengan Kalkulator Biaya, pelaku UMKM dapat melihat struktur biaya secara lebih transparan. Jadi, tidak ada lagi biaya yang tersembunyi dan seller bisa lebih mudah memperhitungkan harga jual serta margin," kata Temmy.

Menurut Temmy, industri belanja online tumbuh cepat dan menuntut penjual untuk beradaptasi, termasuk dalam mengelola biaya. Kalkulator ini bisa membantu penjual yang masih bingung menentukan harga jual dan margin.

Bagaimana cara kerjanya? Seller mengatur biaya pokok dan biaya opsional untuk tiap produk, lalu mencoba berbagai harga jual sampai menemukan margin yang diinginkan. Kalkulator juga otomatis memasukkan biaya program opsional yang diikuti seller. Fitur ini bisa diakses oleh semua penjual Shopee.

Sementara itu, Deputy Director Public Affairs Shopee, Radynal Nataprawira, menyebut fitur ini sebagai komitmen perusahaan dalam hal transparansi.

"Penjual bisa melihat estimasi penghasilan bersih dengan lebih transparan, memantau rincian biaya yang berlaku di Shopee dengan lebih mudah, hingga mengatur margin yang diinginkan.

Ini proses yang akan membantu para seller membuat keputusan bisnis yang lebih tepat. Bagi kami, ini wujud transparansi sebagai platform e-commerce, karena seller berhak mendapat kejelasan atas setiap rupiah yang mereka keluarkan dan terima," kata Radynal.

Ia menambahkan, transparansi tidak hanya berarti memberikan informasi, tetapi juga memberi pelaku UMKM kendali yang lebih besar atas bisnis mereka. Dengan informasi yang lebih jelas, seller dapat mengambil keputusan secara lebih mandiri, terukur, dan percaya diri.

"Transparansi bukan sekadar memberikan informasi. Transparansi berarti memberikan pelaku UMKM kendali yang lebih besar atas bisnis mereka sendiri. Ketika informasi semakin jelas, mereka bisa mengambil keputusan secara lebih mandiri, lebih terukur, dan lebih percaya diri," imbuhnya.