Jika menemukan sejumlah tanda tersebut, pengguna dapat melakukan beberapa langkah untuk mengamankan perangkat dan akun pribadinya.
Langkah pertama adalah mengganti PIN, pola, atau kata sandi yang digunakan untuk membuka layar ponsel.
Hindari penggunaan kombinasi angka yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir atau informasi pribadi lainnya.
Pengguna juga disarankan mengganti kata sandi email, terutama jika menemukan aktivitas mencurigakan pada akun.
Pastikan kata sandi baru berbeda dari yang sebelumnya digunakan. Periksa pula pengaturan pemulihan akun dan alamat email cadangan.
Gunakan fitur pemeriksaan keamanan yang tersedia pada ponsel untuk mendeteksi aplikasi atau aktivitas berbahaya.
Pada sejumlah perangkat, fitur seperti Device Care dapat ditemukan melalui menu pengaturan. Nama dan kemampuan fitur tersebut dapat berbeda tergantung merek serta sistem operasi ponsel.
Jika masalah masih berlanjut, pengguna dapat mempertimbangkan mengembalikan ponsel ke pengaturan pabrik atau factory reset.
Langkah ini akan menghapus data dan aplikasi pada perangkat, termasuk perangkat lunak berbahaya yang mungkin terpasang.
Namun, pengguna perlu mencadangkan data penting sebelum melakukan reset karena seluruh data yang tersimpan di perangkat dapat terhapus.
Pengguna juga dapat menghubungi layanan pelanggan operator seluler apabila mencurigai adanya penyalahgunaan nomor telepon atau kartu SIM.
Operator dapat membantu memeriksa layanan yang terhubung dengan nomor tersebut dan menentukan langkah pengamanan yang diperlukan, termasuk pemblokiran sementara jika ditemukan indikasi penyalahgunaan.