NADIKABAR.COM — Popularitas mobil listrik di Indonesia terus meningkat, tapi tahu nggak kenapa tarif premi asuransinya masih lebih tinggi ketimbang mobil bahan bakar minyak?

"Ya kalau sekarang kan dilihat kan memang tingkat resikonya (mobil listrik) lebih tinggi," kata President Director Asuransi Astra Maximiliaan Agatisianus saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2026) kemarin.

Dia melanjutkan penentuan premi bukan sepenuhnya keputusan sepihak perusahaan asuransi. Ada koridor yang ditetapkan regulator, lengkap dengan batas bawah dan batas atas, sehingga perusahaan asuransi tidak bisa asal menetapkan harga premi.

"Pasti juga semua melakukan premium test. Tapi untuk urusan premi kan sebenarnya udah diatur sama regulator kan.Dengan regulasinya kan ada batas sampai dari bawah sampai ke atas-atas," kata dia.

Dari sisi teknis operasional, Technical & Operation Director PT Asuransi Astra, Mulia K. B. Siregar, mengungkap setidaknya ada dua faktor utama yang membuat premi EV lebih mahal ketimbang mobil internal combustion engine (ICE).