"EV itu ada, setidaknya ada dua faktor.Satu dari jasanya, jasa pengerjaannya itu relatif lebih mahal daripada mobil kompensen engine.Yang kedua dari parts-nya," ata dia.

"Parts-nya sendiri pun lebih mahal daripada combustion engine," jelasnya lagi.

Dicuplik dari BBC, biaya asuransi mobil listrik bisa 10-25% lebih mahal daripada mobil bensin atau diesel, tergantung pada merek dan modelnya.

Asuransi Astra juga melakukan riset internal untuk memastikan harga premi yang diterapkan sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Dari studi tersebut, ditemukan bahwa risiko antar merek mobil listrik bisa berbeda-beda, sehingga premi yang diterapkan pun tidak bisa dipukul rata untuk semua merek EV.

"Kita melakukan studi secara internal untuk melihat berapa sih sebenarnya harga yang pas, yang kita terapkan untuk EV ini. Dan studi kita sementara ini bahwa beda merek bisa beda risiko," kata Mulia.