Serangan terhadap tanker, ancaman ranjau, pengawalan militer, hingga gangguan navigasi pada akhirnya menambah ongkos sewa dan waktu tempuh yang langsung membebani biaya pembelian minyak Pertamina.

"Biaya itu masuk ke harga crude dan produk olahan yang dibeli Pertamina," ujar Syafruddin.

Syafruddin mengatakan Indonesia telah menjadi pengimpor bersih (net importer) minyak sejak 2004, sehingga setiap kenaikan harga global akan memperbesar kebutuhan terhadap dolar AS.

Ketika nilai tukar rupiah melemah, harga minyak impor dalam satuan rupiah akan melonjak lebih cepat.