NADIKABAR.COM — Euforia Timnas Indonesia menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Ada satu sistem digital yang ikut menjadi perhatian suporter, yakni Garuda ID.
Garuda ID merupakan identitas digital yang digunakan dalam ekosistem tiket pertandingan Timnas Indonesia. Suporter yang ingin membeli tiket pertandingan perlu memiliki Garuda ID yang telah terverifikasi. Kebutuhan tersebut semakin terasa menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026 yang menampilkan laga Timnas Indonesia menghadapi Thailand di SUGBK, Jakarta, Senin (5/10/2026) malam.
Tiket pertandingan pun mendapat sambutan besar. Sebanyak 67 ribu tiket final Indonesia vs Thailand dilaporkan telah terjual habis. Situs resmi Kita Garuda juga mencantumkan laga Indonesia vs Thailand sebagai pertandingan berikutnya pada Senin (5/10), dengan kick-off pukul 20.00 WIB di Gelora Bung Karno.
Garuda ID adalah sistem identitas digital yang digunakan untuk menghubungkan suporter dengan layanan pertandingan Timnas Indonesia, termasuk pembelian tiket. Platform resmi Kita Garuda menyediakan layanan pemesanan tiket untuk pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026. Informasi pertandingan dan pembelian tiket pun tersedia melalui situs tersebut.
Dengan sistem ini, tiket tidak sekadar menjadi kode digital yang bisa digunakan siapa saja. Identitas orang yang membeli dan menggunakan tiket menjadi bagian dari proses tersebut. Konsep seperti ini penting terutama ketika pertandingan Timnas memiliki jumlah penonton yang sangat besar. Untuk mendapatkan Garuda ID, suporter perlu melakukan proses pendaftaran dan verifikasi.
Dalam FAQ penjualan tiket FIFA Series 2026, Bank Mandiri menjelaskan proses registrasi Garuda ID melibatkan data identitas pengguna, termasuk NIK, nomor ponsel, tanggal lahir, foto KTP, serta selfie untuk keperluan verifikasi. Jadi, Garuda ID bukan sekadar akun untuk membeli tiket. Sistem tersebut menghubungkan tiket dengan identitas pengguna yang telah diverifikasi.
Salah satu teknologi yang menjadi bagian dari sistem keamanan pertandingan adalah facial recognition atau pengenalan wajah. PSSI sebelumnya menjelaskan bahwa Garuda ID diterapkan untuk meningkatkan keamanan pertandingan, termasuk mencegah penonton tanpa tiket, duplikasi tiket, dan praktik percaloan. Sistem tersebut memanfaatkan identitas suporter dan teknologi pengenalan wajah.
Teknologi facial recognition bekerja dengan mengenali karakteristik wajah seseorang kemudian mencocokkan dengan data yang sudah tersimpan dalam sistem. Dalam konteks pertandingan sepak bola, teknologi tersebut dapat digunakan untuk membantu memastikan bahwa orang yang masuk ke stadion merupakan pemegang tiket yang sesuai dengan identitas yang terdaftar.
Ketika Timnas Indonesia memastikan tempat di final setelah mengalahkan Bangladesh 9-2, penjualan tiket laga melawan Thailand langsung diserbu suporter. Penjualan tiket final dibuka pada 2 Oktober 2026 melalui platform Kita Garuda, dengan harga mulai Rp250 ribu. Sehari kemudian, penjualan tiket telah menembus lebih dari 55 ribu kursi. Pada akhirnya, seluruh 67 ribu tiket dilaporkan ludes terjual.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan dan pencarian tentang Garuda ID ikut meningkat. Suporter yang sebelumnya belum memiliki identitas digital tersebut harus melakukan registrasi dan verifikasi jika ingin mendapatkan tiket.
Ada konsekuensi dari penggunaan sistem identitas digital seperti ini. Proses pendaftaran melibatkan data pribadi dan foto wajah. Karena itu, suporter perlu berhati-hati ketika melakukan registrasi.
Pastikan pendaftaran dilakukan melalui kanal resmi dan jangan memberikan data identitas kepada pihak yang menawarkan tiket melalui jalur tidak resmi. Hal ini semakin penting ketika pertandingan sedang menjadi pusat perhatian.
Tingginya permintaan tiket dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menawarkan tiket palsu atau membuat situs yang menyerupai layanan resmi. Suporter juga sebaiknya tidak sembarangan mengunggah foto KTP atau data pribadi ke media sosial.