"Daripada melatih robot, rasanya lebih seperti sedang mengajari anak berusia dua tahun," ungkap Liu yang dikutip NadiKabar dari VN Express.

Sistem monitor melacak produktivitas dan keakuratan pekerja sepanjang shift mereka. Para pekerja ditarget merekam sekitar 160 gerakan per shift, sementara mereka yang paling produktif bisa menyelesaikan lebih dari 260 gerakan.

Rangkaian gerakan ini diubah menjadi data pelatihan untuk membantu robot mempelajari tugas-tugas yang nantinya mungkin akan mereka lakukan di rumah, supermarket, maupun pabrik.