Dia menjelaskan bahwa sejak 3 minggu terakhir sudah tidak ada titik panas (hotspot) kebakaran hutan di Dharmasraya. Pihaknya juga telah menggelar rapat koordinasi (rakor) pada 9 September 2026 untuk merumuskan langkah pencegahan dan penindakan karhutla di Dharmasraya hingga membentuk Satgas Nagari.
"Di situ salah satunya memang kita pada saat itu langsung membentuk tim Satgas Nagari yang dipimpin oleh Pak Wali Nagari. Kita membuat sebuah forum di grup yang langsung dipimpin Forkopimda seluruhnya, jadi lengkap kolaborasi lintas sektor. Satgas Nagari itu melakukan patroli dan sosialisasi ke masyarakat terkait larangan pembukaan lahan dengan cara membakar," ucapnya.
"Dan begitu ada titik hotspot, langsung dikabari di grup. Alhamdulillah rata-rata titik hotspot yang terjadi di Dharmasraya tidak sampai satu hari ya, Pak. Kemudian berdasarkan aplikasi Sipongi, sekitar tanggal 23 September kita sudah nihil hotspot," lanjutnya.
Dia mengatakan setelah berbagai upaya dilakukan, sudah tidak ada lagi titik api yang ditemukan. Ia pun berterima kasih kepada seluruh pihak yang turut berjibaku memadamkan api.
"Alhamdulillah kolaborasi erat lintas sektor ini menunjukkan tren baik. Oleh karena itu, kita tentu pertama berterima kasih utamanya kepada Pak Kapolres sama tim damkar, Pak Wali Nagari, yang setiap ada hotspot langsung turun berjibaku, serta para relawan seluruhnya," jelasnya.
Dia menyampaikan, setelah titik api nihil, pihak Pemkab melakukan pengembalian fungsi hutan dengan menanam kembali tanaman hutan. Selanjutnya, plang larangan memanfaatkan lahan bekas kebakaran hutan untuk berkebun dipasang di lokasi.