Untuk menjaga antusiasme penonton, mereka juga menghadirkan berbagai program promosi, salah satunya 'promo gledek'. Program ini menggabungkan undian berhadiah dengan penawaran diskon khusus bagi penonton yang aktif memberikan tanda suka dan komentar selama siaran berlangsung.

Lewat fitur penjualan digital, Makaroni SOS bisa lebih dekat dengan konsumen sekaligus meningkatkan penjualan. Ahmad juga mengajak pelaku UMKM lain untuk mulai memanfaatkan platform digital agar bisa menjangkau lebih banyak pembeli dan terus mengembangkan produk.

Berbeda dengan Makaroni SOS yang berawal dari usaha rintisan, Trendy Spring Bed merupakan bisnis keluarga yang telah berdiri sejak 1990. Perusahaan manufaktur kasur ini didirikan oleh ayah Vincentius Leonardo dan sempat mencapai masa kejayaan melalui penjualan konvensional.

Namun, bisnis Trendy Spring Bed mulai menghadapi sejumlah tantangan. Kondisi kesehatan sang ayah yang menurun berdampak pada pengelolaan usaha. Persaingan yang semakin ketat dan tumpukan piutang juga membuat kondisi keuangan perusahaan tertekan hingga nyaris bangkrut.

Biaya distribusi turut menjadi kendala. Di sisi lain, penjualan kasur melalui jalur konvensional membutuhkan ongkos logistik yang cukup besar, sehingga perusahaan kesulitan memperluas jangkauan pasar.

Peluang baru muncul ketika Direktur Digital Marketing Trendy Spring Bed, Stephanie Maria Angeline mencoba memasarkan produk melalui akun Shopee pribadinya. Respons positif dari konsumen kemudian mendorong keluarga tersebut untuk lebih serius mengembangkan penjualan secara digital.

Trendy Spring Bed juga melakukan inovasi produk melalui kasur tipe Synchronize Bonell Spring. Kasur ini dirancang agar bisa divakum, dipres, dan digulung ke dalam kotak tanpa merusak bagian pegas. Cara tersebut memudahkan proses pengemasan sekaligus menekan biaya pengiriman ke berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Business & Development Trendy Spring Bed, Vincentius Leonardo, mengatakan fitur Shopee Ads turut membantu meningkatkan penjualan. Dengan modal iklan awal sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu, Trendy Spring Bed mencatat omzet Rp 68 juta pada bulan pertama. Angka tersebut kemudian meningkat hampir dua kali lipat menjadi Rp 128 juta pada bulan berikutnya.

Menurut Vincentius, iklan digital membantu produk menjangkau calon pembeli melalui algoritma platform. Fitur ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk baru yang belum banyak dikenal masyarakat.