Rencananya adalah dengan berpura-pura bahwa prosedur inseminasi itu hanyalah pemeriksaan medis biasa, sehingga mereka baru akan menyadari kenyataannya berbulan-bulan kemudian saat melahirkan bayi yang sangat berbulu dan memiliki kemampuan memanjat yang luar biasa. Untunglah, gubernur Prancis menolak gagasan tersebut.

Ia belum menyerah. Dengan cara lain, ia bertekad mendapatkan humanzee yang berbulu, sehingga ia mulai merekrut perempuan Soviet yang bersedia berkontribusi demi ilmu pengetahuan. Yang lagi-lagi mengejutkan, ia berhasil meyakinkan orang-orang untuk terlibat dalam rencananya.

Lima perempuan atau lebih mengajukan diri untuk eksperimennya. Akan tetapi muncul kendala, tidak ada simpanse yang bertahan hidup lama di tempat penangkaran tersebut. Jadi, meskipun ia memiliki kandidat perempuan, ia justru kehabisan stok sperma.

Sebelum ia sempat mendatangkan lebih banyak lagi, Akademi Ilmu Pengetahuan Soviet mendengar kabar mengenai rencananya untuk melakukan inseminasi terhadap perempuan-perempuan di Afrika tanpa persetujuan mereka. Akibatnya, seluruh dukungan bagi proyek tersebut dicabut dengan alasan bahwa hal itu dapat mengikis kepercayaan masyarakat Afrika terhadap peneliti dan dokter Eropa.

"Serta menimbulkan masalah bagi ekspedisi ilmuwan Rusia selanjutnya ke Afrika," kata mereka.

Sebelum ia sempat menemukan cara baru untuk melanjutkan pekerjaannya, ia diasingkan dalam sebuah pembersihan ilmuwan oleh pemerintah yang tidak terkait dengan proyek tersebut. Ivanov meninggal tak lama kemudian tanpa pernah memiliki sosok manusia-simpanse yang dia harap-harapkan.