NADIKABAR.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya menghanguskan pepohonan dan mengancam kesehatan manusia. Satwa liar yang hidup di dalamnya juga menghadapi bahaya, mulai dari kehilangan habitat dan sumber makanan hingga luka bakar serta gangguan pernapasan akibat asap.
Salah satu gambaran pilu terlihat dari nasib orangutan di Kalimantan. Seekor orangutan muda bernama Novita ditemukan bertahan di sebuah pohon yang hampir tidak berdaun di kawasan hutan Katune, Kalimantan Tengah. Kedua tangan dan kakinya mengalami luka bakar.
Mengutip laporan Associated Press (AP), Novita saat ini ditangani pusat rehabilitasi untuk mendapatkan perawatan. Setelah pulih, para ahli akan menilai apakah ia masih mampu bertahan hidup di alam liar.
Nasib berbeda dialami Sampurna, orangutan jantan berusia sekitar 20 tahun yang ditemukan dalam kondisi lemah dan kesulitan bernapas di kawasan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Ia meninggal beberapa jam setelah sempat diselamatkan pada 30 Agustus 2026.
Kasus-kasus ini memperlihatkan bahwa dampak karhutla terhadap satwa tidak selalu berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Bagi hewan yang kehilangan tempat tinggal atau terpapar asap, ancaman dapat berlanjut setelah kebakaran berlalu.
Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat mencatat penyelamatan 24 satwa liar terdampak karhutla selama periode 1 Agustus hingga 10 September 2026.
Dalam keterangan resminya, Kemenhut merinci satwa yang diselamatkan terdiri atas 15 orangutan, enam trenggiling, satu bekantan, satu kukang, dan satu musang tenggalung. Penyelamatan dilakukan bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) dan pihak terkait.