NADIKABAR.COM — Director of Business Partnership Shopee Indonesia, Daniel Minardi mengunjungi sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jakarta melalui program Shopee Story Lab Cerita Usaha Lokal. Dalam kunjungannya, ia berkesempatan mendengar langsung cerita para pelaku usaha tentang perjalanan mereka merintis dan mengembangkan bisnis.
Dari kisah mereka, Daniel melihat bahwa sebuah usaha tak selalu berawal dari ide besar atau rencana bisnis jangka panjang. Terkadang, peluang justru muncul dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satu cerita datang dari usaha kuliner Oleh-Oleh Jakarta yang dirintis Maemonah, atau akrab disapa Mpok Mumun, bersama putranya, Fajar Kurniawan. Usaha ini berawal dari pekerjaan sang anak yang sering mengharuskan pergi keluar kota.
Fajar bercerita teman-temannya sering bertanya tentang oleh-oleh khas Jakarta yang bisa dibawa pulang. Pertanyaan ini pun membuat Fajar teringat pada sang ibu yang terbiasa membuat berbagai kudapan tradisional Betawi.
"Dari sana, muncul gagasan untuk mengembangkan keterampilan ibu (Mpok Mumun) menjadi sebuah usaha. Kemudian, kami mulai membuka penjualan," ujar Fajar dalam keterangannya, Kamis (30/10/2026).
Kemampuan tersebut kemudian mendorong lahirnya UMKM Oleh-Oleh Jakarta dengan menghadirkan beragam produk, mulai dari akar kelapa, biji ketapang, rengginang, hingga dodol Betawi.
Dari kebiasaan Mpok Mumun mengolah jajanan khas daerah itulah, muncul gagasan untuk menghadirkan UMKM Oleh-Oleh Jakarta. Beragam produk pun dihadirkan mulai dari akar kelapa, biji ketapang, rengginang, hingga dodol Betawi.
Setelah usaha mulai berkembang, Mpok Mumun dan Fajar menghadapi tantangan baru, yaitu memperluas jangkauan pasar agar produk mereka bisa dinikmati lebih banyak orang.
Fajar pun mulai memasarkan produk Oleh-Oleh Jakarta melalui Shopee. Langkah ini perlahan membuka peluang baru. Produk yang sebelumnya lebih banyak menjangkau pembeli di sekitar Jakarta, kini bisa dikenal dan dibeli oleh pelanggan dari berbagai daerah.
"Alhamdulillah, dengan adanya Shopee, ada penjualan online itu, kita terangkat. Jadi luar biasa," kata Mpok Mumun.
Dalam hampir tiga tahun, Fajar menyebut Oleh-Oleh Jakarta telah membukukan penjualan sekitar 50.000 produk. Salah satu produk unggulannya bahkan tercatat terjual lebih dari 10.000 produk.
Hasil tersebut mendorong Fajar untuk tidak berhenti pada sekadar membuka toko online. Seiring bertambahnya pesanan, ia mulai mencoba berbagai fitur dan program untuk menjaga jangkauan sekaligus mendorong penjualan Oleh-Oleh Jakarta.
Beberapa program yang dimanfaatkan, di antaranya Gratis Ongkir XTRA, kampanye tanggal kembar, payday sale, Cashback XTRA, iklan Shopee, hingga program affiliate. Beragam cara ini digunakan untuk menjaga visibilitas produk sekaligus menjangkau lebih banyak pembeli.
Dampak pun semakin terasa ketika momentum belanja tiba. Salah satunya saat periode Lebaran ketika jumlah pesanan meningkat dibandingkan hari biasa.
"Bisa sampai tiga sampai lima kali lipat dari penjualan yang hari-hari biasanya karena saya mengikuti program-program dari Shopee," ungkap Fajar.
Selain memanfaatkan berbagai program promosi, Fajar juga mencoba Shopee Live untuk menjangkau lebih banyak pembeli. Saat kunjungan berlangsung, sesi siaran langsung mereka bahkan tengah ditonton sekitar 80 orang.
Berbagai upaya tersebut turut mendorong pertumbuhan penjualan digital Oleh-Oleh Jakarta. Kini, kanal online menjadi bagian penting dalam bisnis mereka, dengan sebagian besar transaksi berasal dari Shopee.
"Jadi, dari 100 persen, 80 persen penjualan dari Shopee," kata Fajar.
Perkembangan Oleh-Oleh Jakarta tidak hanya memperluas pasar produknya, tetapi juga membuka ruang bagi warga dan pelaku usaha lain di sekitarnya untuk ikut terlibat. Seiring kebutuhan produksi yang meningkat, Oleh-Oleh Jakarta mulai melibatkan tetangga sekitar dalam kegiatan usaha sekaligus menjalin kolaborasi dengan sejumlah UMKM di DKI Jakarta.
Kisah lainnya datang dari Dexmara, merek lokal yang memproduksi dan menjual dompet. Usaha yang dirintis pasangan suami istri Fachru dan Meidia ini berdiri pada 2004, setelah keduanya cukup lama berkecimpung dalam perdagangan grosir.
Untuk mengenal lebih dekat perjalanan Dexmara, Daniel mengunjungi tempat produksinya. Di sana, ia melihat langsung proses pembuatan dompet sekaligus berbincang dengan Fachru dan Meidia tentang perjalanan mereka membangun usaha.
Fachru bercerita, pada awal merintis Dexmara, penjualan produk masih banyak mengandalkan pasar grosir. Namun, seiring berkembangnya marketplace, kebiasaan belanja konsumen mulai berubah.
Di saat yang sama, Fachru mulai merasakan penurunan penjualan di pasar grosir. Kondisi tersebut mendorong dirinya bersama Meidia untuk mencari cara lain agar produk Dexmara tetap bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.
"Didorong menurunnya penjualan di pasar-pasar grosir, akhirnya kami coba untuk berjualan online, terutama di Shopee," tutur Fachru.
Fachru mengatakan mulai mencoba Shopee sekitar tahun 2018. Namun, berpindah dari pola perdagangan konvensional ke marketplace ternyata tidak sesederhana membuka toko lalu menunggu pembeli datang.
Keterbatasan pengetahuan dalam mengelola penjualan online membuat perjalanan Dexmara sempat tersendat. Fachru menyebut toko mereka bahkan sempat vakum selama sekitar dua tahun.
Kondisi itu mendorong Fachru dan istrinya untuk mempelajari seluk-beluk marketplace secara mandiri melalui berbagai materi pembelajaran, termasuk tutorial dari Shopee dan Kampus UMKM Shopee.
"Itu kendala yang berat. Pedagang grosir seperti saya mau tampil di marketplace terkendala karena keterbatasan ilmu. Akhirnya, saya sama istri memaksa diri untuk belajar," jelas Fachru.
Bekal tersebut perlahan mereka terapkan untuk mengembangkan toko. Dexmara pun mulai mengikuti berbagai program, seperti Gratis Ongkir, Promo XTRA, kampanye tanggal kembar, payday sale, hingga flash sale.
Mereka juga memanfaatkan iklan, program affiliate, dan Shopee Video untuk memperluas jangkauan produk. Saat kunjungan berlangsung, Dexmara memang belum pernah mencoba fitur Shopee Live, namun keduanya berencana untuk mulai mempelajari fitur tersebut.
"Proses belajar dan adaptasi ini membawa Dexmara ke tahap usaha yang lebih berkembang. Kini, kami telah memiliki tempat produksi sendiri dan mempekerjakan enam orang untuk mendukung kegiatan produksi," kata Fahcru.
Perjalanan Oleh-Oleh Jakarta dan Dexmara berangkat dari cerita yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama melewati proses mencoba, belajar, dan menyesuaikan cara berjualan agar usaha bisa terus berjalan.
Berbekal pengalaman tersebut, mereka pun membagikan sejumlah wejangan bagi pelaku UMKM yang tengah merintis ataupun mengembangkan bisnis.
Bagi Mpok Mumun, kuncinya sederhana: menjaga semangat dan tidak mudah menyerah. Menurutnya, setiap usaha punya prosesnya masing-masing. Karena itu, pelaku usaha perlu terus berusaha, bahkan ketika hasil yang didapat belum sesuai harapan.
"Untuk kemajuan toko, kami tidak pernah patah semangat. Walaupun saya sudah tua, saya tetap semangat untuk kesuksesan usaha kami," jelas Mpok Mumun.
Berbeda dengan Mpok Mumun, pengalaman Fachru lebih banyak berbicara soal keberanian beradaptasi. Ia memahami keterbatasan pengetahuan tentang penjualan digital bisa menjadi hambatan, tetapi bukan alasan untuk berhenti mencoba.
"Untuk pedagang yang mau berjualan online, banyak tutorial dari Shopee sendiri yang cukup membantu," ujar Fachru.
Di akhir kunjungannya, Daniel pun mengapresiasi perjalanan Dexmara dan Oleh-Oleh Jakarta dalam membangun usaha dan menghadirkan produk lokal berkualitas. Ia berharap kisah kedua UMKM tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk terus berkembang.
"Kami senang bisa mendengar langsung ke tempat produksi Dexmara dan Oleh-oleh Jakarta, yang produknya keren dan berkualitas. Semoga ini bisa jadi suatu cerita yang inspiratif bagi kita semua," kata Daniel.
Dari dua kisah ini, terlihat bahwa mengembangkan usaha tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Kemauan mencoba cara baru dan belajar dari proses yang dijalani bisa menjadi pijakan untuk menemukan peluang berikutnya.
Bagi pelaku UMKM lain yang ingin memperluas pasar melalui kanal digital, Shopee hadir dengan berbagai fitur, program promosi, serta ruang pembelajaran yang tersedia sebagai bekal untuk mulai bertumbuh.