"Itu pada waktu itu tanggal 20 Mei kejadian di depan, di Jalan Indrapura, depan Kantor Keuangan. Ya itu sekitar mungkin antara jam 3 sore gitu ya kejadiannya. Saya jatuh di situ. Terus saya ditolong, ya," kata Komarudin.

Setelah mendapatkan pertolongan dari tim medis, Komarudin dibawa ke rumah sakit. Ia juga menceritakan bahwa petugas medis membantu mengamankan sepeda motornya dan memberi tahu keluarganya mengenai kejadian tersebut.

"Terus setelah itu, sementara saya di bawa ke rumah sakit, kalau tidak salah itu juga masnya ke sini, kasih tahu ke keluarga kami sini. Bahwa ada kejadian itu, bahkan motor saya juga di sana, terus diambil sama anak saya gitu. Ditanya memang sama petugas yang di ambulans," ungkapnya.

Komarudin mengaku bersyukur dengan keberadaan layanan darurat tersebut. Menurutnya, layanan 112 memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan pertolongan dalam situasi darurat.

"Saya sebagai warga Surabaya, ya, bangga Surabaya ini ada 112 seperti ini. Saya bangga dan saya merasa puas gitu loh," ujarnya.

Layanan darurat 112 merupakan nomor tunggal yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan berbagai kejadian yang membutuhkan penanganan segera, mulai dari kebakaran, kecelakaan, bencana alam, kondisi medis darurat, hingga gangguan keamanan.

Layanan ini beroperasi selama 24 jam dan dapat dihubungi secara gratis atau bebas pulsa. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menghafal banyak nomor berbeda untuk meminta bantuan ketika menghadapi keadaan darurat.