Manajemen lalu lintas di jalan tol juga disoroti KNKT. Soerjanto mengatakan manajemen lalu lintas yang buruk ini mengakibatkan pengemudi kelelahan yang ujungnya bisa terjadi kecelakaan. Terlebih, rest area yang ada belum sepenuhnya memadai kebutuhan pengemudi, baik untuk perbaikan kendaraan maupun tempat istirahat.

"Kita sering lihat bahwa pengangkut logistik ini sering mengalami kecelakaan karena kelelahan," katanya.

KNKT juga menemukan persoalan terkait desain geometrik jalan, khususnya hubungan tim redaksi kecepatan operasional dan kecepatan desain pada interchange, ramp on, maupun ramp off.

Menurut Soerjanto, seharusnya terdapat margin atau safety factor tim redaksi kecepatan operasional dengan kecepatan desain. Ia mencontohkan kecelakaan bus di Simpang Susun Semarang yang menewaskan 18 orang serta kecelakaan bus Cahaya Trans di Simpang Susun Krapyak yang menewaskan 17 orang.

Pada kasus di Simpang Susun Krapyak, radius tikungan berubah secara signifikan dari sekitar 150-160 meter menjadi sekitar 60 meter.