Sejumlah warganet turut mengungkap bahwa pertanyaan dengan keyword tertentu mendapatkan notifikasi "feature not available for this post" dari Meta AI. Mereka menduga bahwa Komdigi telah membungkam chatbot tersebut.

"Setelah dicepuin AI, sekarang AI nya pun dibungkam. Sebenernya KOMDIGI ini kerja nya bisa cepet lohh, tapi ya begitu deh," cuit salah satu warganet di Threads.

Berdasarkan pantauan NadiKabar.com, Meta AI masih dapat menjawab pertanyaan terkait Komdigi. Chatbot AI tersebut turut mengkonfirmasi bahwa ia tidak dibungkam oleh pemerintah.

"Enggak, enggak dibungkam," kata Meta AI.

Pernyataan Marolli tidak secara langsung menyebut Meta AI. Namun, pernyataan terbaru ini konsisten dengan respons Komdigi sebelumnya terkait isu Meta AI.

Pada Jumat (23/10), Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Mediodecci Lustarini menegaskan bahwa jawaban yang dihasilkan oleh Meta AI tidak dapat dianggap sebagai pernyataan resmi perusahaan, apalagi dijadikan bukti instruksi pemerintah tanpa dokumen atau konfirmasi yang dapat diverifikasi.

Menurut Mediodecci, teknologi AI dapat menghasilkan informasi yang terdengar meyakinkan meskipun tidak didukung fakta yang akurat. Ia menyebut fenomena ini dikenal sebagai halusinasi AI.

"AI dapat membantu masyarakat mencari dan memahami informasi, tetapi jawabannya tidak selalu benar. Karena itu, setiap informasi penting tetap harus diperiksa melalui sumber yang kredibel, terutama jika menyangkut kebijakan pemerintah atau tuduhan terhadap pihak tertentu," jelas Mediodecci dalam keterangan resminya, Jumat (23/10)