NADIKABAR.COM — Pemerintah bakal menjadikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebagai saluran distribusi barang subsidi kepada masyarat. Hal ini dilakukan agar barang subsidi yang diberikan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan dengan penyaluran barang subsidi langsung dari Kopdes Merah Putih ke masyarakat ini akan menekan adanya kebocoran subsidi setelah sistem data penerima subsidi terintegrasi.

Dony mengatakan saat ini, pihaknya bersama Kementerian Keuangan, dan Kementerian Koperasi engah menyiapkan sistem secara daring untuk menekan kebocoran subsidi. Dari perhitungannya bisa menekan Rp 150 triliun per tahun.

"Kami menargetkan kalau ini sudah terjadi nanti ada single data-nya, kebocoran subsidi itu akan berkurang. Tadi kita berdiskusi kita sedang membuat tim tim redaksi saya, tim saya, dan tim Pak Purbaya, dan tim Menteri Koperasi, membangun nanti online system yang berdasarkan kepada basis siapa yang berhak untuk menerima subsidi," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

"Teman-teman bisa bayangkan nanti paling tidak kita bisa menghemat subsidi kita yang tidak tepat sasaran itu sekitar Rp 150 triliun setahun. Jadi mesti dilihat dampaknya," sambungnya.

Selain itu, Dony menyebut hadirnya koperasi ini dapat m menjadi instrumen pemerintah untuk mengendalikan harga barang kebutuhan pokok di daerah. Jaringan Kopdes yang tersebar di seluruh desa, dinilai memungkinkan pemerintah melakukan intervensi distribusi ketika terjadi kenaikan harga.

"Dan kedua adalah untuk channel kita menekan inflasi. Kalau terjadi inflasi, orang main-mainin harga, kita punya distribution di seluruh desa. Misalkan harga beras naik, misalkan contohnya. Kita tinggal distribusikan khusus di seluruh Kopdes harga sekian, inflasi bisa kita tekan. Terutama bahan pokok ya. Nah, inilah makanya kita mesti lihat manfaatnya. Jadi lokasinya itu kan memang coverage-nya satu desa itu," terangnya.

Kemudian, Kopdes Merah Putih juga akan menjadi menjadi tempat bagi masyarakat untuk menarik uang dan setor tunai. Dalam hal ini Kopdes akan menjadi agennya BRILink.

"Kita ingin memutus mata rantai rentenir di desa. PNM nanti akan membuka kantor di Koperasi Desa. Dalam rangka apa? Menyalurkan kredit untuk menghindari adanya, sekarang kan banyak ya saudara-saudara kita kena rentenir dan lain sebagainya. Nanti dengan bunga 8%. Ya, jadi dia akan menjadi collecting agent dan juga distribution agent-nya," ungkap Dony.

Tidak hanya itu, Kopdes nantinya akan menjadi agen layanan logistik yang diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengirimkan barang. Di mana Kopdes akan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.

"Kemudian juga, untuk teman-teman saudara-saudara kita, sekarang kan eranya itu era online kan, yang berbisnis di desa, lalu bagaimana kalau ada order pick-up-nya? PT Pos Indonesia akan bekerja sama dengan seluruh Koperasi Desa menjadi channel untuk logistik, agennya logistik PT Pos Indonesia," kata Dony.