NADIKABAR.COM — Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Purwakarta inisial GD mengakui kesalahannya cambuk pria di SPPG Bogor, hingga viral di media sosial (medsos). GD menyebut aksinya dipicu masalah pribadi.
Juru bicara Badan Gizi Nasional (BGN) Tysa Novenny mengatakan, hal itu terungkap saat GD dan korban menjalani sidang etik, hari ini. Korban berinisial RAN, yang saat kejadian masih menjabat Kepala SPPG Purwakarta.
"Keduanya sudah diperiksa, baik KaSPPG (RAN) dan Korwil (GD) hari ini. Mereka mengakui kesalahannya masing masing. Motif peristiwa ini adalah persoalan pribadi," kata Tysa dihubungi NadiKabar, Senin (19/10/2026).
Tysa menyebut, GD dan RAN saling berdamai dan aepakat menyelesaikan masalah keributan secara kekeluargaan. Akan tetapi keduanya tetap disanksi, karena keributan terjadi di lingkungan kerja.
"Mereka sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan, namun karena kejadian ini berada dilingkungan kerja, maka meskipun mereka bersepakat untuk damai, keduanya akan dijatuhkan sanksi disiplin," kata Tysa.
Pelaku dan Korban Dicopot dari Jabatan Korwil dan Ka SPPG
Diberitakan sebelumnya, Korwil SPPG berinisial GD yang viral mencambuk Kepala SPPG Purwakarta berinisial RAN menjalani sidang kode etik di kantor BGN. Hasilnya, GD dan RAN disanksi disiplin dan dicopot dari jabatannya.
"Iya (Korwil dan Ka SPPG dicopot). Ka SPPG sudah ditarik dari posisi terakhirnya sebagai Ka SPPG di sana (di Purwakarta)," kata juru bicara BGN Tysa Novenny dihubungi NadiKabar, Senin (19/10/2026).
Tysa menyebutkan, GD dan RAN dianggap sama-sama melakukan kesalahan berdasarkan hasil sidang kode etik. Keduanya dianggap sama-sama tidak bisa menahan diri sehingga terjadi keributan.
"Intinya keduanya sama-sama kena sanksi ya, karena masing-masing punya porsi tidak bisa sama-sama mengontrol diri. Semoga ini bisa jadi pembelajaran buat keduanya," kata Tysa.