Secara sederhana, hamburan Mie merupakan fenomena ketika cahaya dihamburkan oleh partikel yang ukurannya sebanding dengan panjang gelombang cahaya tersebut. Menurut penjelasan profesor Djamal, partikel asap halus dengan ukuran sekitar 0,5-0,7 mikron dapat menyebabkan cahaya Matahari mengalami hamburan Mie.

"Warna kuning-merah disebabkan oleh hamburan cahaya Matahari oleh partikel asap yang lebih halus dari asap putih, yaitu partikel berukuran 0,5 - 0,7 mikron," urainya.

Nama hamburan Mie berasal dari fisikawan Jerman, Gustav Adolf Feodor Wilhelm Ludwig Mie, yang mengembangkan teori untuk menjelaskan hamburan cahaya oleh partikel berbentuk bola.

Namun, fenomena warna langit tidak hanya berkaitan dengan hamburan Mie. Di atmosfer, cahaya Matahari juga mengalami jenis hamburan lain. Profesor Djamal menjelaskan, di atmosfer yang relatif bersih, cahaya Matahari mengalami hamburan Rayleigh (diambil dari nama penemunya Lord Rayleigh atau John William Strutt).