Namun, keputusan mengenai penerapan teknologi AI pada Coretax sepenuhnya berada di tangan DJP. LG CNS menyatakan siap memberikan dukungan teknologi apabila dibutuhkan.
Selain Coretax, LG CNS memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan sistem digital pemerintah Indonesia.
Salah satunya adalah Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) milik Kementerian Keuangan. Sistem ini mengintegrasikan pengelolaan perbendaharaan dan anggaran negara serta dikembangkan melalui proyek yang didukung pembiayaan Bank Dunia.
Di sektor keamanan publik, LG CNS pernah terlibat dalam pengembangan Pusat Informasi Kriminal Nasional (PIKNAS) untuk Kepolisian Republik Indonesia.
Sementara di sektor transportasi, perusahaan menjadi mitra teknologi penyediaan platform screen door atau pintu pengaman peron di enam stasiun LRT Jakarta Fase 1A. LG CNS juga terlibat dalam proyek Bus Information Management System (BIMS) di Jakarta.
Di luar proyek pemerintah, LG CNS mengembangkan bisnis di bidang perbankan, manufaktur, cloud, AI, dan infrastruktur data center.
Mark menegaskan kehadiran LG CNS di Indonesia bukan sekadar mengerjakan proyek teknologi, tetapi juga membangun kemampuan sumber daya manusia lokal melalui kolaborasi dan transfer pengetahuan.
Ia mencontohkan proyek SPAN yang kini dapat dioperasikan secara mandiri oleh tim Indonesia setelah proses transfer teknologi.
"Kami tidak menjalankan bisnis sendirian. Selama 20 tahun, kami selalu bekerja sama dengan mitra lokal dan melakukan transfer teknologi," jelasnya.
Ke depan, Mark berharap LG CNS dapat memperkuat perannya sebagai penghubung kerja sama teknologi antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya dalam pengembangan pemerintahan digital dan kecerdasan buatan.