NADIKABAR.COM — Di tengah kemajuan teknologi dan digitalisasi, akses keuangan formal nampaknya masih belum sepenuhnya menyentuh masyarakat di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Kondisi geografis yang jauh dari pusat kota membuat akses masyarakat terhadap layanan keuangan masih menjadi tantangan.

Untuk menuju pusat Kota Luwuk, warga Banggai Kepulauan perlu menempuh perjalanan laut sekitar 1 jam menggunakan speedboat atau sekitar 3-4 jam dengan kapal feri. Jarak dan kondisi geografis tersebut menjadi salah satu tantangan bagi mereka dalam menjangkau layanan perbankan dan jasa keuangan formal.

Di samping itu, masih rendahnya literasi keuangan masyarakat setempat juga berpengaruh terhadap cara mereka memahami dan memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan.

"Kondisi geografis ini tentu akan mempengaruhi tingkat literasi masyarakat dalam pengelolaan keuangan mereka. Apalagi jarak antara satu desa dengan desa lain cukup berjauhan, di mana kondisi infrastrukturnya juga sebagian besar belum terbangun dengan baik," ujar Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady kepada NadiKabar.

Genjot Penguatan Desa EKI di Luk Panenteng

Sebagai salah satu lembaga yang bertugas mendorong edukasi keuangan di berbagai daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong hadirnya Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Luk Panenteng, Banggai Kepulauan pada tahun 2023.

Dalam rangka penguatan Desa EKI Luk Panenteng, OJK bersama pemerintah daerah setempat menggelar Edukasi Keuangan dan Prainkubasi Keuangan Masyarakat Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (KEI) di Desa Luk Panenteng, Senin (21/9/2026).

"Jadi memang salah satu tugas dari OJK itu edukasi dan literasi. Khususnya di Kabupaten Banggai Kepulauan, kami sudah pernah bikin Desa EKI (Ekosistem Keuangan Inklusif). Saat ini, kami perlu menganalisa atau mengevaluasi kembali kegiatan yang pernah dilakukan," kata Kepala OJK Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra.

Bonny menilai Desa Luk Panenteng memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. Potensi tersebut antara lain berasal dari sektor pariwisata, kelautan, dan pertanian yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi warga.