"Di daerah Banggai Kepulauan, masyarakatnya rata-rata merasa sulit mengatur keuangan karena terlalu kecil katanya untuk diatur. Tapi, saya menegaskan ke mereka bahwa mengatur uang tidak harus dimulai dengan yang besar," ucapnya.
Dani berharap edukasi yang diberikan OJK tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan secara berkelanjutan hingga mereka bisa melek terhadap finansial.
"Saya berharap edukasi literasi keuangan tidak berhenti sampai saya pulang lagi ke tempat asal. Tapi ini harus continue dan sustain di mana ini yang tadinya literasi keuangan adalah pengetahuan harus berubah menjadi kebiasaan," ungkapnya.
Upaya OJK dalam memperkuat Desa EKI di Luk Panenteng melalui kegiatan edukasi literasi menuai respons positif. Camat Bulagi Utara, Hunderto Mandanga menilai edukasi tersebut memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus menjadi langkah preventif untuk mencegah persoalan keuangan yang dapat mengganggu kesejahteraan warga.
"Dengan adanya kegiatan edukasi keuangan dan pra-inkubasi keuangan masyarakat di Desa EKI, berbagai problematika keuangan yang selama ini dikhawatirkan masyarakat bisa dijelaskan melalui materi yang disampaikan," kata Hunderto.
Hunderto pun menyoroti salah satu pesan penting yang disampaikan dalam edukasi tersebut, yakni kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan. Menurutnya, pemahaman tersebut dapat membantu masyarakat mengatur pengeluaran secara lebih terarah.
"Kiranya apa yang disampaikan tadi bisa dibawa pulang dan diterapkan. Mana keinginan, mana kebutuhan. Kata kuncinya itu membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan. Kalau kebutuhan didahulukan, kesejahteraan bisa mengikuti," jelas Hunderto.
Senada, Sekretaris Desa Luk Panenteng Sumardiyanto Yuan menilai edukasi literasi keuangan yang diberikan OJK sangat membantu masyarakat. Menurutnya, pemahaman mengenai pentingnya mengelola uang dapat menumbuhkan kesadaran warga untuk mulai memikirkan kebutuhan jangka panjang, termasuk menabung untuk masa depan dan pendidikan anak.
"Program ini saya berharap sekiranya bisa dilanjutkan mungkin untuk pendampingan dan sebagainya. Karena memang masyarakat, khususnya di pedesaan perlu terus didampingi agar semakin mengenal dan mampu memikirkan pengelolaan keuangan untuk jangka panjang," pungkasnya.