Namun, potensi tersebut perlu dibarengi dengan penguatan literasi keuangan. Dengan pemahaman yang lebih baik, ia berharap masyarakat dapat mengelola pendapatan dan hasil usaha secara lebih bijak.

"Kenapa Desa Luk Panenteng ini jadi tujuan? Karena sebenarnya di sini ada potensi besar masyarakat untuk mengembangkan ekonominya. Ada tujuan wisata, potensi kelautan yang sangat berlimpah, juga pertanian. Masyarakat di Luk Panenteng ini sedang berkembang menuju lebih baik. Karena itu, OJK hadir agar mereka bisa mendapatkan literasi yang cukup sehingga pengelolaan keuangan mereka bisa lebih baik," jelasnya.

Duta Literasi Keuangan Media Massa OJK Terjun Langsung Edukasi Warga

Dalam rangka menggencarkan literasi keuangan, OJK melibatkan langsung Duta Literasi Keuangan Media Massa untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Kali ini, Duta Literasi Media Massa OJK Asmarandani Heryadi Putri terjun langsung memberikan edukasi kepada warga Desa Luk Panenteng, Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

Bagi Dani, perjalanan untuk memberikan edukasi di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) menjadi tantangan tersendiri. Sebab, ia harus menempuh perjalanan panjang dengan melewati jalur darat, udara, hingga laut sebelum tiba di Desa Luk Panenteng.

"Saya turun langsung dari Bandung ke Jakarta kurang lebih 2-3 jam. Lalu, terbang ke Makassar kurang lebih 2 jam, kemudian harus terbang lagi ke Luwuk kurang lebih 1 jam. Dari Luwuk ke Banggai Kepulauan itu harus menempuh perjalanan dengan speedboat sekitar 1 jam," ucapnya.

"Perjalanannya luar biasa banget karena darat, laut, udara dijalani semua. Tapi seru karena perjalanan ini memang untuk bertemu dengan warga di sini. Jadi di jalan juga saya sudah sangat excited," imbuhnya.

Dani menegaskan edukasi literasi keuangan penting karena keuangan tidak dapat dipisahkan dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Mulai dari menabung, menyiapkan dana pendidikan, hingga meminjam uang, semuanya berkaitan dengan pengelolaan keuangan.

Karena itu, ia menilai edukasi perlu dilakukan secara masif, terutama kepada masyarakat di daerah yang akses terhadap informasi keuangannya masih terbatas. Terlebih saat memberikan edukasi, Dani menemukan sebagian warga menganggap pendapatan yang mereka miliki terlalu kecil untuk diatur.