NADIKABAR.COM — Kementerian Koperasi mendorong penguatan hilirisasi sawit berbasis koperasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus kesejahteraan petani. Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi pun menyiapkan dukungan pembiayaan bagi koperasi yang ingin masuk ke sektor industri pengolahan.

Komitmen itu disampaikan dalam Seminar Nasional Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi di Gedung OPP Room Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (11/8). Sekitar 1.000 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari petani sawit, asosiasi, kelompok tani, perangkat daerah hingga pengurus koperasi.

Seminar menghadirkan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani sebagai pembicara. Deputi Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi Panel Barus bertindak sebagai moderator.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Bupati Musi Banyuasin Toha Tohet, Wakil Bupati Musi Banyuasin Abdur Rohman Husen, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, serta Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman.

Dalam pemaparannya, Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani menyatakan membuka secara luas kolaborasi tim redaksi koperasi petani sawit dan PT Agrinas Palma Nusantara, khususnya dalam pengelolaan kebun sawit dan pengembangan hilirisasi. Menurutnya, koperasi harus menjadi mitra strategis utama dalam pengelolaan industri sawit, bukan lagi pihak swasta, sehingga nilai tambah dari sektor sawit dapat dinikmati langsung oleh petani.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pemerintah mendukung penuh berbagai skema kerja sama tim redaksi petani sawit rakyat dan PT Agrinas Palma Nusantara. Ia menilai dominasi sektor swasta dalam industri sawit nasional perlu diimbangi dengan penguatan peran koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat.