NADIKABAR.COM — Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank terus memperkuat dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu mengembangkan usaha berorientasi ekspor. Dukungan juga diberikan agar UMKM dapat memperluas jangkauan pasar internasional.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan kapasitas pelaku usaha, fasilitasi pembiayaan, penjaminan, serta perlindungan asuransi ekspor untuk membantu pelaku usaha menghadapi berbagai risiko perdagangan global.

Dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, Department Head of NIA, Business Ecosystem & Partnership LPEI, Agnes Rahadian, menjelaskan bahwa sebagai Special Mission Vehicle (SMV), LPEI memiliki mandat untuk mendorong peningkatan ekspor nasional melalui tiga pilar utama, yaitu pembiayaan, penjaminan, dan asuransi.

Salah satu upaya LPEI dalam memperluas partisipasi UKM di pasar global dilakukan melalui Coaching Program for New Exporters. Melalui program tersebut, pelaku usaha memperoleh pembekalan secara bertahap, mulai dari pemahaman dasar prosedur ekspor, penyusunan harga ekspor beserta komponennya, hingga strategi menarik pembeli dari luar negeri.

Pembekalan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan pemahaman pelaku usaha dalam menjalankan transaksi perdagangan internasional.

Hal itu diungkapkan Agnes dalam sesi Live Stage bertajuk "Penguatan Produk UKM Indonesia Menembus Pasar Global: Dari Dukungan Pembiayaan hingga Kemudahan Transaksi Ekspor" pada TEI 2026, Kamis (15/10).

"Banyak pelaku usaha yang sebenarnya sudah lama menjalankan bisnis di pasar domestik, tetapi baru mulai mempertimbangkan ekspor. Karena itu, LPEI memiliki Coaching Program for New Exporters untuk membantu mereka memahami berbagai aspek yang diperlukan sebelum memasuki pasar internasional," ujar Agnes dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).

Agnes menegaskan bahwa dukungan pembiayaan LPEI diarahkan pada aktivitas yang berorientasi ekspor. Pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya LPEI untuk mendorong pelaku usaha yang telah memiliki kesiapan bisnis agar dapat merealisasikan peluang perdagangan internasional.

"Pembiayaan yang kami berikan berorientasi ekspor. Namun, bukan berarti kami tidak mendukung pelaku usaha sejak tahap awal. Kami siap mendukung transaksi yang memiliki orientasi ekspor," tegasnya.