Momentum penjualan juga semakin diperkuat oleh peluncuran produk baru Hunian Warisan Bangsa Serang. Produk ini terdiri atas delapan tipe dengan kisaran harga Rp 101 juta hingga Rp 262 juta. Harga yang terjangkau tersebut berhasil menarik minat yang kuat dari segmen pasar perumahan terjangkau.

Pada periode tersebut, sebanyak 71% penjualan dibiayai melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hal ini menegaskan kuatnya permintaan dari konsumen yang membeli rumah untuk ditempati sendiri sekaligus memperkuat keberhasilan strategi LPKR dalam memenuhi kebutuhan hunian terjangkau di Indonesia.

Segmen gaya hidup, LPKR mencatat pendapatan sebesar Rp 922 miliar di periode yang sama, EBITDA sebesar Rp 377 miliar, dan laba bersih tercatat sebesar Rp 220 miliar, dibandingkan Rp 181 miliar.

Dari sisi operasional, rata-rata tarif kamar hotel relatif stabil di angka Rp 641 ribu. Sementara itu, tingkat okupansi rata-rata hotel turun menjadi 58% dari 60%. Jumlah kunjungan ke pusat perbelanjaan meningkat 1% secara tahunan menjadi rata-rata 11,2 juta kunjungan per bulan. Hal ini mencerminkan momentum pemulihan sektor ritel yang tetap terjaga.