Malaysia saat ini menjadi lokasi operasi Lynas Rare Earths Ltd asal Australia, salah satu dari dua produsen utama logam tanah jarang di luar China.

Kemudian, sederet korporasi juga ikut berminat menggarap logam tanah jarang, konglomerat lokal pemilik Berjaya Corp Bhd juga mulai menjajaki proyek-proyek tersebut.

Selanjutnya, ada perusahaan Prancis Carester SAS yang juga turut berencana membangun pabrik pemisahan logam tanah jarang di negara bagian Perak bagian utara bersama Malaco Mining Group dari Malaysia, dan lebih dari selusin perusahaan AS juga menjajaki peluang lokal.