NADIKABAR.COM — Maskapai asal Amerika Serikat (AS) Alaska Air Group akan memangkas sekitar 200 posisi karyawan non-kontrak. Karyawan yang terdampak akan menjalani hari kerja terakhir pada 13 November tahun ini.

Dikutip dari Reuters, Minggu (1/11/2026), pemangkasan ini dilakukan di tengah lonjakan harga avtur dan tantangan geopolitik yang menekan keuangan perusahaan. Dalam sebuah memo kepada karyawan perusahaan, CEO Alaska Air Group Ben Minicucci menyampaikan perusahaan bisa mencatatkan kerugian hingga US$ 700 juta tahun ini apabila kondisi saat ini terus berlanjut.

Jika hal tersebut terjadi, kerugian tersebut akan menjadi kerugian sebelum pajak yang disesuaikan pertama bagi perusahaan di luar periode pandemi sejak 2003.