"Kita harus kembali pada disiplin keuangan yang telah lama menjadi keunggulan kompetitif utama. Biaya operasional telah meningkat dengan laju yang tidak proporsional dibandingkan dengan pendapatan," katanya.
Sementara itu, juru bicara perusahaan mengatakan pengurangan tersebut berdampak pada kurang dari 1% dari total sekitar 32.500 karyawan Alaska Air. Rinciannya, sebanyak 125 posisi berada di negara bagian Washington dan 48 posisi di Hawaii.
Meski demikian, perusahaan memastikan tidak ada pengurangan pekerjaan bagi karyawan lini depan non-manajemen. Adapun bagi karyawan yang terdampak akan tetap menerima gaji hingga 31 Desember, termasuk pesangon dan dukungan lainnya.